{"id":520,"date":"2026-08-26T15:30:46","date_gmt":"2026-08-26T15:30:46","guid":{"rendered":"https:\/\/sipeking.inovidea.id\/?page_id=520"},"modified":"2026-08-26T15:30:46","modified_gmt":"2026-08-26T15:30:46","slug":"petunjuk-pengguna-inovasi-kompak-alabio","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/sipeking.inovidea.id\/index.php\/petunjuk-pengguna-inovasi-kompak-alabio\/","title":{"rendered":"PETUNJUK PENGGUNA INOVASI &#8216;KOMPAK ALABIO"},"content":{"rendered":"\n<div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-7387b849 wp-block-columns-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\" style=\"flex-basis:25%\"><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\" style=\"flex-basis:50%\">\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"1024\" src=\"http:\/\/sipeking.inovidea.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/ChatGPT-Image-Aug-10-2026-05_00_07-PM-1024x1024.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-493\" srcset=\"https:\/\/sipeking.inovidea.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/ChatGPT-Image-Aug-10-2026-05_00_07-PM-1024x1024.png 1024w, https:\/\/sipeking.inovidea.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/ChatGPT-Image-Aug-10-2026-05_00_07-PM-300x300.png 300w, https:\/\/sipeking.inovidea.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/ChatGPT-Image-Aug-10-2026-05_00_07-PM-150x150.png 150w, https:\/\/sipeking.inovidea.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/ChatGPT-Image-Aug-10-2026-05_00_07-PM-768x768.png 768w, https:\/\/sipeking.inovidea.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/ChatGPT-Image-Aug-10-2026-05_00_07-PM.png 1254w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\" style=\"flex-basis:25%\"><\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<h1 class=\"wp-block-heading has-text-align-center\"><strong>PENGGUNA DAN AKSES LAYANAN<\/strong><\/h1>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading has-text-align-center\"><strong>PENGGUNA KOMPAK ALABIO<\/strong><strong><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Petunjuk pengguna ini ditujukan bagi pihak-pihak yang terlibat dalam penerapan Kompartemen Komunal, yaitu:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Peternak sebagai pelaksana utama biosekuriti di tingkat peternakan dan kawasan.<\/li>\n\n\n\n<li>Pemerintah Desa sebagai penggerak utama komunikasi dan tindakan kewilayahan serta pendukung penganggaran program.<\/li>\n\n\n\n<li>Dinas Pertanian\/Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner sebagai leading sector, fasilitator, pembina, dan pelaksana monitoring-evaluasi.<\/li>\n\n\n\n<li>Pelaku usaha peternakan sebagai partner strategis yang mendorong penerapan standar biosekuriti pada mitra dan pemasoknya.<\/li>\n\n\n\n<li>Dinas Kesehatan\/TGC sebagai mitra dalam sistem kewaspadaan dan pendekatan One Health.<\/li>\n\n\n\n<li>BKSDA sebagai mitra dalam pemetaan risiko interaksi dengan unggas liar dan surveilans.<\/li>\n\n\n\n<li>Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa sebagai penghubung dukungan pemerintah desa.<\/li>\n\n\n\n<li>Asesor Kompartemen Bebas AI Tingkat Nasional sebagai mitra dalam penyusunan standar biosekuriti kompartemen komunal.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>AKSES LAYANAN<\/strong><strong><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penerapan KOMPAK ALABIO dilakukan pada desa atau klaster desa yang menjadi calon kawasan Kompartemen Komunal Bebas AI berdasarkan pemetaan dan analisis risiko. Peternak dan pemangku kepentingan memperoleh pendampingan melalui kegiatan sosialisasi, FGD, pemetaan, pembinaan, penerapan biosekuriti, surveilans, serta monitoring dan evaluasi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>KOMPONEN UTAMA SISTEM<\/strong><strong><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Pemetaan desa sentra peternakan dan penetapan calon kawasan\/klaster kompartemen.<\/li>\n\n\n\n<li>Pemetaan risiko berdasarkan kepadatan ternak, kepadatan penduduk, kondisi lahan basah\/kering, pola pemeliharaan, dan pola pemasaran\/pembelian bibit unggas.<\/li>\n\n\n\n<li>Standar biosekuriti sesuai risiko dan karakteristik wilayah.<\/li>\n\n\n\n<li>Pos check point sebagai pintu masuk tunggal kawasan sesuai rancangan kompartemen.<\/li>\n\n\n\n<li>Zonasi biosekuriti: merah, kuning, dan hijau.<\/li>\n\n\n\n<li>Pengendalian interaksi unggas domestik dengan unggas liar, termasuk penggunaan jaring pada area yang diperlukan.<\/li>\n\n\n\n<li>Pembersihan kandang secara berkala, desinfeksi yang sesuai, dan pengelolaan limbah terpadu.<\/li>\n\n\n\n<li>Surveilans, monitoring, evaluasi, dan koordinasi lintas sektor secara berkelanjutan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading has-text-align-center\">CARA <strong>MENGGUNAKAN KOMPAK ALABIO<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading has-text-align-center\"><strong>1. Petakan \u2192 2. Bentuk Kawasan \u2192 3. Terapkan Biosekuriti \u2192 4. Awasi \u2192 5. Evaluasi<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. PEMETAAN DAN PENETAPAN CALON KAWASAN<\/strong><strong><\/strong><\/h4>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Identifikasi desa-desa sentra peternakan dan kumpulkan data kondisi peternakan.<\/li>\n\n\n\n<li>Jika batas desa tidak jelas dan peternakan saling berdekatan, desa-desa yang berdekatan dapat ditetapkan sebagai satu klaster kompartemen.<\/li>\n\n\n\n<li>Jika lokasi desa relatif terisolir, desa tersebut dapat ditetapkan sebagai satu unit kompartemen.<\/li>\n\n\n\n<li>Lakukan analisis risiko berdasarkan kepadatan populasi ternak, kepadatan penduduk, kondisi wilayah, pola pemeliharaan, dan pola pemasaran\/pembelian bibit unggas.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. PEMBENTUKAN SISTEM KOMPARTEMEN KOMUNAL<\/strong><strong><\/strong><\/h4>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Susun kesepakatan dan pembagian peran para pihak dalam kawasan.<\/li>\n\n\n\n<li>Tetapkan standar biosekuriti kawasan berdasarkan hasil pemetaan risiko.<\/li>\n\n\n\n<li>Susun mekanisme pengawasan lalu lintas unggas dan dukungan check point.<\/li>\n\n\n\n<li>Lakukan sosialisasi dan pembinaan agar biosekuriti dipahami sebagai tanggung jawab bersama.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. PENERAPAN BIOSEKURITI<\/strong><strong><\/strong><\/h4>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Terapkan segregasi untuk membatasi kontak antara unggas domestik, lingkungan berisiko, dan unggas liar.<\/li>\n\n\n\n<li>Lakukan pembersihan kandang dan lingkungan secara berkala sesuai jadwal yang ditetapkan.<\/li>\n\n\n\n<li>Lakukan desinfeksi dengan bahan yang sesuai dengan kondisi lingkungan, terutama pada lahan basah dengan bahan organik tinggi.<\/li>\n\n\n\n<li>Terapkan zonasi merah sebagai area produksi, kuning sebagai area penyangga\/buffer, dan hijau sebagai area publik\/bersih.<\/li>\n\n\n\n<li>Kelola limbah secara terpadu, termasuk penanganan unggas mati.<\/li>\n\n\n\n<li>Gunakan jaring atau penghalang pada area yang diperlukan untuk mengurangi interaksi dengan unggas liar dan mencegah ternak berkeliaran.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading has-text-align-center\"><strong>PENGAWASAN, KOLABORASI, DAN EVALUASI<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. PENGAWASAN LALU LINTAS DAN SURVEILANS<\/strong><strong><\/strong><\/h4>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Gunakan mekanisme check point sebagai bagian dari pengawasan lalu lintas unggas sesuai rancangan kawasan.<\/li>\n\n\n\n<li>Catat dan laporkan kejadian kesehatan unggas, kematian, atau perubahan kondisi yang tidak normal kepada petugas.<\/li>\n\n\n\n<li>Laksanakan surveilans penyakit dan monitoring penerapan biosekuriti secara berkala.<\/li>\n\n\n\n<li>Jika ditemukan dugaan pelanggaran biosekuriti atau kejadian penyakit, lakukan evaluasi biosecurity breach dan tindak lanjut sesuai arahan petugas.<\/li>\n\n\n\n<li>Lakukan koordinasi lintas sektor untuk memperkuat kewaspadaan dini melalui pendekatan One Health.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h1 class=\"wp-block-heading has-text-align-center\"><strong>PEMBAGIAN PERAN<\/strong><strong><\/strong><\/h1>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><td>Pihak<\/td><td>Peran Utama<\/td><td>Kegiatan<\/td><\/tr><tr><td>Dinas Pertanian<\/td><td>Leading sector<\/td><td>Inisiasi, FGD, desain sistem, dukungan, monitoring dan evaluasi.<\/td><\/tr><tr><td>Pemerintah Desa<\/td><td>Partner strategis<\/td><td>Penggerak kewilayahan, komunikasi, dukungan program dan penganggaran sesuai ketentuan.<\/td><\/tr><tr><td>Peternak<\/td><td>Pelaksana utama<\/td><td>Menerapkan standar biosekuriti dan melaporkan kondisi kesehatan ternak.<\/td><\/tr><tr><td>Pelaku Usaha<\/td><td>Partner strategis<\/td><td>Mendorong mitra\/pemasok menerapkan standar biosekuriti.<\/td><\/tr><tr><td>Dinas Kesehatan\/TGC<\/td><td>Partner strategis<\/td><td>Kewaspadaan dan koordinasi One Health.<\/td><\/tr><tr><td>BKSDA<\/td><td>Partner strategis<\/td><td>Pemetaan risiko unggas liar dan surveilans.<\/td><\/tr><tr><td>DPMD<\/td><td>Partner strategis<\/td><td>Menjembatani kerja sama dan dukungan pemerintah desa.<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>5. MONITORING DAN EVALUASI<\/strong><strong><\/strong><\/h4>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Periksa kepatuhan terhadap standar biosekuriti kawasan.<\/li>\n\n\n\n<li>Evaluasi efektivitas zonasi, check point, pembersihan, desinfeksi, pengelolaan limbah, dan pengendalian interaksi dengan unggas liar.<\/li>\n\n\n\n<li>Lakukan pembinaan dan perbaikan apabila ditemukan ketidaksesuaian.<\/li>\n\n\n\n<li>Rekap hasil monitoring dan surveilans sebagai bahan evaluasi serta pengambilan keputusan.<\/li>\n\n\n\n<li>Gunakan hasil evaluasi untuk memperkuat kawasan dan mendukung perluasan\/replikasi inovasi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h1 class=\"wp-block-heading has-text-align-center\"><strong>\u00a0ROADMAP PENERAPAN<\/strong><\/h1>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Roadmap lima tahun dalam dokumen inovasi menempatkan tahapan: Foundation (2026), Implementation (2027), Integration (2028), Strengthening (2029), dan Sustainable Ecosystem (2030), dengan target akhir satu Kompartemen Komunal yang mapan dan ekosistem terbentuk.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><td>Fase<\/td><td>2026<\/td><td>2027<\/td><td>2028<\/td><td>2029<\/td><td>2030<\/td><td>Target<\/td><\/tr><tr><td>Foundation<\/td><td>\u2713<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>Analisis risiko, SOP, pedoman, tim<\/td><\/tr><tr><td>Implementation<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>\u2713<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>Pilot Kompartemen Komunal<\/td><\/tr><tr><td>Integration<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>\u2713<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>One Health &amp; tata kelola<\/td><\/tr><tr><td>Strengthening<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>\u2713<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>Perluasan &amp; audit biosekuriti<\/td><\/tr><tr><td>Sustainable Ecosystem<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>&nbsp;<\/td><td>\u2713<\/td><td>1 Kompartemen Komunal mapan &amp; ekosistem terbentuk<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PENGGUNA DAN AKSES LAYANAN PENGGUNA KOMPAK ALABIO Petunjuk pengguna ini ditujukan bagi pihak-pihak yang terlibat dalam penerapan Kompartemen Komunal, yaitu: AKSES LAYANAN Penerapan KOMPAK ALABIO dilakukan pada desa atau klaster desa yang menjadi calon kawasan Kompartemen Komunal Bebas AI berdasarkan pemetaan dan analisis risiko. Peternak dan pemangku kepentingan memperoleh pendampingan melalui kegiatan sosialisasi, FGD, pemetaan, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"parent":0,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"footnotes":""},"class_list":["post-520","page","type-page","status-publish","hentry"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sipeking.inovidea.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/520","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sipeking.inovidea.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/sipeking.inovidea.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sipeking.inovidea.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sipeking.inovidea.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=520"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/sipeking.inovidea.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/520\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":521,"href":"https:\/\/sipeking.inovidea.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/520\/revisions\/521"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sipeking.inovidea.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=520"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}